BFF#145 – Malaikat di depan gerobak sampah

Trs terang aq sedih tatkala kehidupan dilevelkan dgn sebuah pekerjaan atau profesi. Seorang kondektur bukan berarti tdk lbh bahagia dr seorang direktur perusahaan.

Malah bisa jg dia lbh sejahtera di rmh dibanding pejabat negara. Terkadang kt mentertawai pemahaman yg dangkal dan mengambil kesimpulan yg salah bahwa profesi adalah level kehidupan. Misalnya kita sebut, “Dasar tukang parkir.” Sy menyebutnya 2X melakukan kesalahan itu namanya.

Guru spritual saya salah satunya adalah tkg sampah yg setiap minggu kami pasti bertemu pagi-pagi di depan rumah. Dia kusebut sbg org yg berhasil dalam hidup.

O yah, guru saya itu pernah berkata bhw dia sll berdoa agar Tuhan memberi kesempatan baginya utk menjadi org terkenal dan berguna bagi banyak org. Aq pikir dia dikenal oleh seluruh warga di daerah kami dan tanpa dia bisa aq pastikan selama seminggu kami akan uring-uringan karena bau tak sedap.

Doa dia jelas dan profesi yg Tuhan percayakan baginya mulia.
Saya menyebutnya, “Malaikat di depan gerobak sampah”.

*Lintong | penulis buku laris bread for friends

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s